tentang kita dan dunia

Ceritakan padaku sebuah mimpi

Kuliah atau kuliah?

Seperti apa sebenarnya kuliah di Program Pascasarjana itu? Ini pertanyaan yang kembali timbul setelah melihat nilai semester sebelumnya dan memulai semester yang baru: semester dua. Pertanyaan ini sudah muncul sejak saya mengenal PPs tersebut. Kira-kira tahun kedua kuliah S1.

Ada beberapa hal yang membuat hati saya gusar. Pertama, karena nilai. Saya tak ingin syirik dengan teman satu kelas lainnya. Tapi ada suatu keanehan, kejanggalan. Nilainya lebih tinggi dari saya, 3,73. Sedang saya hanya 3,70. Ini untuk nilai 4 mata kuliah. Tapi, biarlah, saya tak ingin mempersoalkan hal ini. Karena dari S1 pun saya sering mengalami hal ini. Jadi, enjoy aja.

Kedua, ini hari pertama saya kuliah. Bangun telat, membuat kepala pusing. Apalagi lokal kuliah masih belum tahu :p Luar biasa. Akhirnya, saya memutuskan menghubungi Ketua Kelas kami. Hah, dia bilang masih di rumah, dan kuliah dimulai minggu depan. WHAT???

Oh, tidak. Tubuh semakin lunglai. Pikiran pusing. Mata berat. Ah, saya mau tidur di atas motor ini. Tunggu dulu, dengan niat awal yang sudah ditetapkan sejak malam: saya kuliah hari ini. Maka dengan perkasa saya berangkat ke kampus, meski tubuh sudah ditembusi kepenatan yang luar biasa.

Ternyata sampai di kampus pun saya mendapatkan hal tidak menyenangkan. Nama tidak terdaftar di absen, dosen pun tak mau masuk, karena mahasiswa yang datang hanya tujuh orang. “Bagaimana mau jadi profesor?” katanya dosen yang sudah Guru Besar itu. Ia menyindir mahasiswa lainnya yang tidak datang. Tapi marahnya kepada kami yang datang. So what?

Langsung saya jawab, “tapi kami tetap jadi profesor Pak, karena kami bisa hadir kuliah pertama.” Sayang, kalimat ini tidak didengarnya, karena saya bicara setelah ia masuk kembali ke ruangannya😀

Sudahlah. Untuk hari pertama biasanya memang selalu ada masalah. Ini sudah menjadi suatu hal yang lumrah. Tapi, apakah hal yang lumrah itu harus dibiarkan terjadi terus menerus.

BTW, semoga kuliah saya semester ini berjalan lancar. Dan ilmu yang saya dapatkan dapat berguna untuk mengoptimalkan potensi diri demi kemajuan Nusa dan Bangsa.

Salam

Filed under: curahan hati, ,

2 Responses

  1. Pen Lab mengatakan:

    tetap semangat bro

  2. ilhami laura junaedi mengatakan:

    ambil hikmah nya aja syg..
    amin..
    semoga lancar..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Photobucket

Kategori

Iklan

Adsense IndonesiaCO.CC:Free DomainCO.CC:Free DomainAdsense Indonesia

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 7 pengikut lainnya

My Profile

Romi Mardela merupakan seorang anak manusia yang terlahir sebagai anak yang selalu ingin belajar dan terus belajar (siapa juga yang tidak mau belajar, bung?)
....selengkapnya

Chat with me (id: romymardela)


yang lagi online

Aku Berpikir Maka Aku Ada

Kita mempunyai jumlah wak tu yang sama meskipun kemampuan yang kita miliki tidak sama. Tapi orang yang memanfaatkan waktu dengan lebih baik sering kali mengalahkan mereka yang punya kemampuan lebih banyak. (anonim)

Just follow me…

 

Profil Facebook Romi Mardela

Blog Stats

  • 65,085 hits
%d blogger menyukai ini: