tentang kita dan dunia

Ceritakan padaku sebuah mimpi

Kejujuran Babak kedua

O ya, saya pernah berjanji dalam blog ini akan meneruskan sambungan dari postingan sebelumnya yang berjudul Berdusta Vs Jujur. “Karena sebuah cerita tetaplah bersambung. Tidak pernah ada cerita yang benar-benar usai….” Ini yang kutulis sebelumnya yang menandakan bahwa aku memang harus menyambungnya.

Sebenarnya postingan kedua ini lebih mengingatkan bahwa bagaimana pun rumit dan sakitnya kejujuran itu, namun yang namanya jujur tetaplah akan menjadi indah. Saya tekankan sekali lagi, akan menjadi indah. Setidaknya bagi diriku yang pernah merasakannya.

Sekarang, kawan, tidak ada lagi kebohongan dalam hatiku. Saya tidak mengatakan bahwa saya orang suci, tapi satu tahap untuk membuat hati ini selalu jujur telah saya lalui. Benteng keangkuhan kebohongan telah berhasil saya tumbangkan. Dan hasilnya. Waw, mengagumkan. Setidaknya itu bagi saya, dari yang kulihat selama ini. Entahlah bagi orang yang saat itu saya berikan kepadanya kejujuran. Karena yang saya tahu ia mengatakan bahwa ia menerimanya. Tapi bagaimana hati dia sebenarnya?

Entahlah kawan, “hati di dalam siapa yang tahu” tidak salah kiranya orang menjadikannya sebagai bagian dari lirik lagu. Karena kita tetap dan tak akan pernah mengetahui hati seseorang. Dan, kawan, hal inilah yang membuat saya memutuskan bersikap jujur kepadanya. Aku ingin ia tahu semuanya. Aku ingin ia tahu apa yang ada dihatiku. Aku tidak ingin menyembunyikan apapun darinya. bahwa Aku SAYANG padanya.

Lalu apa sebenarnya kebohongan yang saya katakan itu? Hmmm, tidaklah bagus kalau saya juga berbagi kebohongan itu di sini. Karena kejujuran tetaplah indah, dan akan menjadi indah jika hanya diketahui antara dua orang saja. Rahasia. Itu mungkin kata yang cocok untuk mewakilinya. Hehehe.

Saya hanya ingin mengatakan kepadamu kawan, selalulah bersikap jujur. Terutama pada dirimu sendiri. Saya jujur bukan kepada orang lain, tapi lebih mengutamakan kejujuran kepada diri sendiri. Karena hati ini sering sakit dan malah terlalu sering sakit jika tiap kali saya berbuat atau berkata yang bukan sesuai dengan kata hati. Alias membohongi diri sendiri. Kamu pasti tahu itu atau bahkan pernah merasakannya, kawanku.

Akhir kata, semoga saja dengan kejujuran masa depan seseorang terselamatkan. Dan sedikit rahasia: aku juga pernah membuat countdown alias hitungan mundur dengan tulisan; till you know that’s the right thing atau sampai kamu tahu bahwa itu adalah hal yang benar.

Pada saat hitungan mundur itu habis, saya mengungkapkan kejujuran itu. Tepat ketika pergantian tahun Masehi. Ini bukan di sengaja. Tapi dulu, aku hanya memikirkan bahwa tepat ketika tanggal baru di bulan baru dan ditahun yang baru itu, ia akan menyadari hatiku yang sebenarnya kepada dia. Tapi tak apalah, Teh Hangat jika diminum di saat yang berbeda pun akan tetap memberikan kesan yang sama bagi jiwa yang meminumnya: akan menghatkannya.

Itulah masa depanku saat itu, dan ketika itu, di saat ia mendengarkanku, aku telah menjadi manusia yang seutuhnya: tobeMe.

Filed under: happy,

2 Responses

  1. amazing mengatakan:

    Dalam setiap noktah hidup selalu tersimpan rahasia. Seperti ketika Sang Pencipta berkreasi dengan rumus misteri “kun, fayakun” (jadilah, maka menjadi).

  2. david mengatakan:

    salam kenal urang padang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Photobucket

Kategori

Iklan

Adsense IndonesiaCO.CC:Free DomainCO.CC:Free DomainAdsense Indonesia

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 7 pengikut lainnya

My Profile

Romi Mardela merupakan seorang anak manusia yang terlahir sebagai anak yang selalu ingin belajar dan terus belajar (siapa juga yang tidak mau belajar, bung?)
....selengkapnya

Chat with me (id: romymardela)


yang lagi online

Aku Berpikir Maka Aku Ada

Kita mempunyai jumlah wak tu yang sama meskipun kemampuan yang kita miliki tidak sama. Tapi orang yang memanfaatkan waktu dengan lebih baik sering kali mengalahkan mereka yang punya kemampuan lebih banyak. (anonim)

Just follow me…

 

Profil Facebook Romi Mardela

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 65,121 hits
%d blogger menyukai ini: