tentang kita dan dunia

Ceritakan padaku sebuah mimpi

Berdusta Vs Jujur

Wah, standar banget judul postingan kali ini Berdusta Vs Jujur. Hahaha. Tapi biarlah yang berlalu itu kan tetap berlalu, karena aku akan melakukan apa saja yang bisa membuatku bisa merasakan kenyamanan, terutama untuk diriku sendiri. Dan itu artinya, tidak ada lagi kebohongan yang harus aku tutupi.

Saya merasa lebih lega ketika memilih berbicara tentang kejujuran, daripada bersembunyi dibalik kebohongan. Mungkin semua orang tahu akan hal itu, tapi tak pernah benar-benar melakukannya. Saya yakin itu.

Perasaan ingin jujur ini muncul setelah barusan saja saya nonton filmnya from Bandung With Love. Tentang kesetian cinta dan pasangan. Ide ceritanya sederhana, hanya tentang pemeran utama seorang gadis penyiar radio di Kota Hujan itu, dengan siaran yang dibawakannya, ya, judul film tersebut.

To the point (kalimat ini paling sering muncul di film tersebut), si cewek ini akhirnya terjebak dalam permainan (kalau istilah si Vega, si bintang yang diperankan Masrsha Timothy), selingkuh dengan objek penelitiannya itu. Wah, dan di ending (saya tidak cerita detail) tapi yang jelas, si cewek mersakan akibatnya.

Pokok persoalan bukan pada kesetian yang ada di film ini. Melainkan pada kejujurannya. Satu hal yang sangat saya yakini, bahwa, sebagus apapun bungkusannya, yang namanya bangkai (kebohongan) pasti bakal ketahuan. Itu benar, dalam Kitab Suciku, Al Quran juga menerangkan hal tersebut.

Ini yang menjadi persoalan di hatiku sekarang. Ada sebuah kebohongan besar yang tersembunyi di diriku ini. Tapi bukan untuk dunia dan bukan pula untuk Indonesia (kejauhan kalee), yang pasti akan sangat menyiksa untuk si pacar.

Si Pacar ini, sebenarnya yang juga menyuruh saya untuk menonton film tersebut, katanya dia suka sekali, terutama karena ada Marsha di sana. Jadi, sukseslah saya menontonnya dengan perasaan tersiksa sepanjang film. Ya, karena itu tadi, kebohongan dalam diri saya begitu menggebu-gebu ingin keluar dan melompati pikiran semua orang, terutama si pacar.

Sudahlah. Saat ini saya ingin menerka-nerka akibat apa yang mungkin timbul setelah saya menceritakan kebohongan pada si Pacar ini. Nanti itu, setelah saya cerita, ia akan diam seribu bahasa karena tidak menyangka orang yang ada dihadapannya begitu busuk. Atau, setelah saya cerita ia akan langsung mencaci maki atau menyiram saya dengan air di gelas yang ada di hadapannya lalu meminta saya untuk mengantarnya pulang atau ia akan pulang sendiri. Atau (lagi), ia akan langsung kabur dan tidak berbicara apapun. Atau, bisa saja ia bersikap biasa, dan setelah itu ia memutuskan bahwa hubungan kami memang harus diakhiri sampai di sana.

Wah sangat banyak sekali, dan saya yakin kalau ditambah ga bakal selesai, karena banyak kemungkinan bisa terjadi. Dan itu, diantara yang saya sebutkan adalah yang paling dulu melintas dan terus-terusan bersileweran di otak saya dari tadi (semenjak nonton film tersebut).

Lalu, bagaimana dengan saya selanjutnya. Ini yang ingin saya jelaskan di sini. Karena sesuai kapasitas blog ini ada untuk diri saya pribadi, jadi juga suka-suka saya mau mengisinya dengan apa, terutama pembelaan yang saya lakukan terhadap resiko yang saya terima nantinya.

Well, pertama. Sudah pasti saya menerima resiko kalau saja ia memutuskan untuk pisah selamanya dengan saya. Karena itu adalah haknya, dan bukan saya tidak ingin ia kembali dan memperbaiki hubungan kami, tapi apalah daya orang yang sudah di anggap jelek, kemudian meminta agar tetap baik-baik saja dan melupakan semuanya, semua yang telah membuatnya begitu sakit dan tersiksa, bahkan mungkin terpuruk. Suatu hal yang tidak mungkin saya kira.

Kemudian resiko saya tidak bisa menghubunginya selamanya. Ini yang paling (di atas yang paling sebelumnya) saya takutkan. Tak bisa melakukan apa-apa. Cuman bisa pasrah, dan berharap sesekali, waktu akan berputar kembali.

Terlepas dari itu semua, kenapa saya merasa benar harus menyampaikan ini semua, padahal resikonya sangatlah dramatis. Tidak pernah terbayangkan. Dan tentu saja tidak pernah diharapkan terjadi oleh semua orang. Tapi itulah saya, yang tidak mampu mensyukuri keadaan yang baik-baik saja seperti kebanyakan orang. Saya lebih suka terjebak dengan resiko dan marabahaya.

Tapi, kawan, tentu kamu juga mengerti betapa tidak nyamannya menutupi sebuah kebohongan. Terutama untuk orang yang kita cintai. Dan saya, sangat mencintainya, karena saya tidak ingin ia terlanjur mencitai orang yang salah, sampai akhir nanti. Saya hanya ingin, jika ini memang harus berakhir sekarang, berarti memang harus berakhir. Tapi jika suatu saat ia mengetahui semuanya, tentu ia juga tahu apa yang bakal dilakukannya kelak.

Tentang perjalanan itu, kekasihku, saya hanya ingin meninggalkan semua keburukan di sini dan tidak lagi terbawa kemanapun saya pergi. Sehingga nanti, setelah saya kembali lagi di sini, keburukan itu sudah ada di genggaman saya untuk dapat dibuang kapan saja yang saya mau, karena ia tidak lagi menjadi penguasa di tubuh saya tidak seperti sekarang ini.

Aku sadar ia akan tahu tulisan ini. Maafkan aku, kalau semuanya harus berakhir seperti ini. Dan saya tidak pernah berharap akan berakhir dengan cara seperti ini. Tapi saya hanya berpikir, bahwa dengan mengatakan semuanya, maka hubungan ini tidak akan berakhir buruk, setidaknya bagi diri saya pribadi.

Terimakasih atas semuanya.

Dan hari ini saya telah memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan seseorang yang berada di ujung Sumatera ini (tentu kau tahu itu siapa) di saat umurnya genap 18 tahun. Ini saya lakukan hanya untuk kenyamanan diriku saat berada di sisimu. Tidak lebih. That’s all.

Maka kita tunggu apa yang bakal terjadi nanti. Jangan khawatir kawan, karena kamu juga akan tahu nantinya. Karena sebuah cerita tetaplah bersambung. Tidak pernah ada cerita yang benar-benar usai, sebab kita dan waktu selalu berjalan beriringan mengitari Bumi yang bulat ini. Dan cara yang saya lakukan ini, hanya membuat akhir cerita sedikit berbeda, sedikit lebih indah untuk diakhiri.

Kembali (lagi) ke film dengan direktur Henry Adianto tadi, ada yang tidak cocok atau mungkin saja terlupakan. Bahwa kesetian itu tidak bisa dituntut pada laki-laki, karena itu hanya berlaku untuk perempuan. Jangan pernah menuntut kesetian apapun pada laki-laki tapi tuntutlah tanggung jawabnya. Sebab jika laki-laki itu hanya setia, maka si wanita tidak akan makan apa-apa selain cinta dan kesetiaan. Kemudian sebaliknya, jangan pernah menuntut pada wanita taggungjawab karena ia tidak akan bisa memberikannya, sebab itu adalah tugasnya laki-laki, tapi tuntutlah kesetiannya, karena laki-laki terlalu sibuk dengan tanggungjawabnya kepada wanita (satu wanita bukan banyak wanita) sehingga laki-laki telah mempercayakan semuanya kepada wanita.

Kekasihku, saat ini, melalui tulisan ini, saya katakan padamu, bahwa saya tidak akan menetap di KOTA pertama. Itu berarti saya telah menggantikan KOTA pertama saya. Itu semua semata-mata karena tanggungjawabku kepadamu bukan kepadanya. KuharapKauMengerti. Dan tentang kebohongan yang akan (telah) saya ceritakan itu, adalah yang terbesar dan terakhir dalam hidupku terutama kepadamu dan Tuhanku.

blackandwhite
ai_loph_u…!
karena hitamputih cintaku kan tetap begitu

Filed under: curahan hati, , , , , , ,

6 Responses

  1. anabehibak mengatakan:

    pantesan y cerita Qt malam itu gag nyambung,,karena sebelumx ami cm ngeliat sekilas tulisan ini..
    tebakanmu yang pertama benar,,aQ hanya diam,,tak tau apa yg harus kusampaikan..
    awalnya aku sungguh tak ercaya,,tp sumpah mu meyakinkanQu..
    kadang aQ merasa benci jika fantasiQu menuntunQu pada pengakuanmu..
    aQ benci..
    Qm hanya memeutuskan hubunganmu dengan wanita pertama,,lalu bagaimana dengan wanita kedua,,sampai detik ini aQ tak pernah tau..
    aQ tak akan meninggalkanmu..
    “kesempurnaan adalah sesuatu yang dicintai,,namun mencintai sesuatu yang tak sempurna akan lebih mulia,,jika kesempurnaan cinta mampu membuatnya merasa sempurna..
    kini aQ tau mengenai kepergianmu,,aQ akan berusaha ikhlas,,krn aQ tau mengapa kaw melakukannya..

  2. roumink mengatakan:

    “Nanti itu, setelah saya cerita, ia akan diam seribu bahasa karena tidak menyangka orang yang ada dihadapannya begitu busuk.”
    ——->benarkah yg ini?

    [[kadang aQ merasa benci jika fantasiQu menuntunQu pada pengakuanmu..]]
    aku jawab dg ini:
    “saya hanya ingin meninggalkan semua keburukan di sini dan tidak lagi terbawa kemanapun saya pergi. Sehingga nanti, setelah saya kembali lagi di sini, keburukan itu sudah ada di genggaman saya untuk dapat dibuang kapan saja yang saya mau, karena ia tidak lagi menjadi penguasa”

    [[wanita kedua]]
    “Dan cara yang saya lakukan ini, hanya membuat akhir cerita sedikit berbeda, sedikit lebih indah untuk diakhiri.”
    “Karena sebuah cerita tetaplah bersambung. Tidak pernah ada cerita yang benar-benar usai

    TERIMAKASIH ATAS KESEMPURNAAN ITU

  3. anabehibak mengatakan:

    [[sedikit lebih indah untuk diakhiri]]
    —–lebih indah untuk siapa??—–
    [[Tidak pernah ada cerita yang benar-benar usai]]
    —–memang tak pernah ada cerita yg benar2 usai..tapi ku sungguh berharap cerita mu dengan wanita pertama dan kedua USAI UNTUK SELAMA-LAMANYA(walawpun sangat egois)..sebelum,,sedang,,ataupun sesudah kepergianmu keLak..sehingga aku terakhir bagimu..aminnn—–

  4. anabehibak mengatakan:

    —–hwhhh,, tidaG ada baasan..——-

  5. roumink mengatakan:

    aku akan menyambungnya….

  6. […] pernah berjanji dalam blog ini akan meneruskan sambungan dari postingan sebelumnya yang berjudul Berdusta Vs Jujur. “Karena sebuah cerita tetaplah bersambung. Tidak pernah ada cerita yang benar-benar […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Photobucket

Kategori

Iklan

Adsense IndonesiaCO.CC:Free DomainCO.CC:Free DomainAdsense Indonesia

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 7 pengikut lainnya

My Profile

Romi Mardela merupakan seorang anak manusia yang terlahir sebagai anak yang selalu ingin belajar dan terus belajar (siapa juga yang tidak mau belajar, bung?)
....selengkapnya

Chat with me (id: romymardela)


yang lagi online

Aku Berpikir Maka Aku Ada

Kita mempunyai jumlah wak tu yang sama meskipun kemampuan yang kita miliki tidak sama. Tapi orang yang memanfaatkan waktu dengan lebih baik sering kali mengalahkan mereka yang punya kemampuan lebih banyak. (anonim)

Just follow me…

 

Profil Facebook Romi Mardela

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 65,121 hits
%d blogger menyukai ini: