tentang kita dan dunia

Ceritakan padaku sebuah mimpi

Benarkah Tari Rantak Harus Dibakukan?

tari rantak

tari rantak

Tari Rantak yang merupakan tari pertama yang gerakannya diambil dari silat tersebut, dalam penerapannya sekarang ini sudah sangat jauh sekali berbeda dari yang dulu diciptakan almarhumah Gusmiati Suid.

Hal inilah yang membuat prihatin para pecinta kebudayaan tradisi Minangkabau, setidaknya melalui Taman Budaya Sumbar dicoba untuk membangun atau mengonsep ulang dan membakukan Tari Rantak dalam sebuah workshop tari.

Dari hasil workshop yang diadakan pada bulan April lalu untuk melihat hasil yang didapatkan para pelatih seluruh kota dan kabupaten di Sumbar yang mengikutinya, maka bulan November ini diadakan Festival Tari Rantak.

Seperti yang disampaikan Darliati, Ketua Pelaksana Festival, ketika workshop dilakukan dengan tiga pengamat diantaranya Zulkifli, SS, MHum., Dosen STSI Padangpanjang, Eri Mefry koreografer, dan Lesmandri pewaris tunggal Tari Rantak. Ketiganya juga menjadi juri pada festival

Meski demikian, ketiga juri itu sepakat bahwa festival kali ini belum mencapai tujuan diadakannya festival ini, yakni mengembalikan seluruh falsafah dan gerakan Tari Rantak yang sesungguhnya.

“Contohnya saja, beberapa gerakan dalam tari dihilangkan. Itu sangat fatal akibatnya. Tapi kalau seharusnya ada penari pria, namun dihilangkan, itu baru wajar karena sekarang sangat susah mencari pria yang mau menari,” ujar Zulkifli.

Ia mengatakan, gerakan yang dihasilkan penari tidak lagi dinamis. Misalnya, gerakan tangan yang seharusnya dengan bahu memutar 180 derajat, tapi di potong sehingga gerakan menjadi lebih cepat. Hal ini yang menurutnya menghilangkan kedinamisan dalam gerakan Tari Rantak.

Kemudian, Lesmandri juga menekankan bahwa dalam Tari Rantak itu bukan untuk dibawakan dengan senyuman, apalagi sambil tertawa cengingisan.

“Meski tari ini ceria karena musik pengiringnya semarak, bukan berarti penari juga terbawa arus sehingga membawakan tari juga dengan tertawa. Karena Tari ini diciptakan dari gerakan silat, jadi tidak mungkin seseorang saat ia bersilat kemudian ia juga tertawa-tawa,” kata pemilik Sanggar Gumarang Sakti, Batusangkar ini.

Selanjutnya, Ery Mefri yang merupakan koreografer nasional ‘urang awak’ asli menyebutkan bahwa jika dalam suatu kelompok kekurangan penari, maka ia menekankan agar pelatih jangan sekali-kali berani mengambil orang yang belum paham menari.

“Hal itu akan merusak penampilan kelompok. Lebih baik tampil berapa saja, anggota yang memang mahir dan mengerti dengan tari ini. Dari sebelas kelompok, selalu ada satu orang yang memang tidak tampil bagus. Ini yang mesti juga diperhatikan pelatih,” katanya.

Menurut para juri tersebut, seharusnya memang diadakan workshop satu kali lagi untuk lebih mencari format yang sangat tepat sehingga ada konsep baku dari Tari Rantak tersebut. Menurut Zulkifli, hal ini bisa melalui cara mengumpulkan kembali seluruh murid almarhumah Gusmitati yang nantinya bersedia, menurunkan ilmu yang mereka dapat dulu.

“Tari Rantak ini memang harus dikembalikan ke falsafah dan gerak semula yang diciptakan Gusmiati. Sehingga tidak ada lagi perbedaan gerakan dalam tarian tersebut,” ujar Zulkifli.

Sumber: romi/padangmedia.com

Filed under: berita, referensi, , , , , , , , , , ,

6 Responses

  1. ........ mengatakan:

    tari tunggl di sumaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatra pa

    sich……………………

    koq ssh X dhi criIIIII

    driQ pusing mencriny

  2. Solo Life mengatakan:

    Harus dibakukan lah, biar ga diambil tetangga.

  3. probo harjanti mengatakan:

    saya pingiiiin sekali bisa tari rantak yang asli, adakah videonya di pasaran? saya guru tari di Yogyakarta

  4. roumink mengatakan:

    Buk Probo, akan saya cari tahu bagiamana cara untuk mendapatkan vidio tersebut. Senang rasanya kalau Tari Rantak juga dipelajari di daerah lain.

  5. probo harjanti mengatakan:

    halo lagi, sudah adakah berita gembira untuk saya? kalau pun bukan tari rantak, apa saja deh, untuk saya ajarkan ke siswa saya, yang kelas 8.
    mengenai penggantian ongkos kirim plus proses digital harus saya kirim ke mana, plus beerapa nominalnya?
    terima kasih

  6. roumink mengatakan:

    Ibu, Mungkin bisa menghubungi Dinas Pariwisata Sumbar atau UPTD Taman Budaya Sumbar.

    Untuk keterangan lebih lanjut, saya kirimkan ke email ibu.

    Sekian.
    terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Photobucket

Kategori

Iklan

Adsense IndonesiaCO.CC:Free DomainCO.CC:Free DomainAdsense Indonesia

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 7 pengikut lainnya

My Profile

Romi Mardela merupakan seorang anak manusia yang terlahir sebagai anak yang selalu ingin belajar dan terus belajar (siapa juga yang tidak mau belajar, bung?)
....selengkapnya

Chat with me (id: romymardela)


yang lagi online

Aku Berpikir Maka Aku Ada

Kita mempunyai jumlah wak tu yang sama meskipun kemampuan yang kita miliki tidak sama. Tapi orang yang memanfaatkan waktu dengan lebih baik sering kali mengalahkan mereka yang punya kemampuan lebih banyak. (anonim)

Just follow me…

 

Profil Facebook Romi Mardela

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 65,121 hits
%d blogger menyukai ini: