Cool…
Ajip Rosidi: Guru Besar Tanpa Ijazah
Banyak sekali faktornya. Salah satunya adanya anggapan, bahasa nasional itu lebih penting dari bahasa ibu. Kedua, pemerintah sendiri tak pernah menaruh perhatian kepada bahasa ibu. Bahasa daerah itu, kan kekayaan kita, kok kita membuang kekayaan kita sih. Orang menggunakan bahasa ibu itu bukan berarti nasionalismenya kurang.
Dalam jangka panjang kalau sikap kita sebagai bangsa tetap seperti ini, akan habislah bahasa daerah. Saya pernah membaca pernyataan dari pusat bahasa, ada 12 bahasa yang telah mati. Dan, ada 120 bahasa yang antre untuk mati.
Saya sudah putus asa. Dalam otobiografi saya katakan saya tidak melihat masa depan Indonesia. (Dalam otobiografi Hidup Tanpa Ijazah, Ajip menulis, ”Aku tidak melihat ada fajar yang akan merekah di sebelah depan yang dekat … ”)
Filed under: Uncategorized








